Mengapa Angsa Putih Sering Dijadikan Simbol Kesetiaan Cinta Bagi Pasangan Yang Akan Menikah?

Angsa putih, hewan yang sering dijadikan sebagai simbol cinta bagi kebanyakan pasangan, ternyata memiliki cerita tersendiri. Alasan mengapa memilih hewan ini untuk dijadikan sebagai lambang kesetiaan, terutama bagi pasangan-pasangan yang akan menikah, ini karena melihat kehidupan para angsa ini yang perlu Anda ketahui.

Mengenal Sejarah Angsa Putih.-  Angsa putih banyak terdapat di Asia dan Eropa, namun juga banyak dikenali di Amerika Utara, Australia, dan Afrika Selatan. Angsa putih memiliki panjang sekitar 125-170cm (49-67 inchi), dan hewan ini dilindungi oleh AEWA (Agreement on the Conservation of African-Eurasian Migratory Waterbirds), dan konvensi Ramsar tahun 1972. Tetapi populasi angsa putih ini mulai berkurang karena polusi, pencemaran timbal, pembangunan menara, kabel-kabel, dan hilangnya habitat karena pembangunan.

 Angsa putih pertama kali digolongkan oleh seorang naturalis Jerman bernama Johann Friedrich Gmelin sebagai Anas Olor pada tahun 1789, dan dipindahkan oleh Johann Matthaus Bechstein ke Genus Cygnus.

Mengapa Angsa Putih Sering Dijadikan Simbol Kesetiaan Cinta Bagi Pasangan Yang Akan Menikah?
Angsa dewasa
Angsa putih dewasa memiliki panjang berkisar 140-160 centimeter, meskipun dalam kasus ekstrim bisa mencapai ukuran 125-170 cm, dengan rentang lebar sayap mencapai 200-240 cm. Angsa putih jantan biasanya mempunyai ukuran yang lebih besar dari angsa betina, dan memiliki tonjolan lebih besar di kepala mereka.

Angsa putih juga masuk dalam jajaran burung-burung terbang terberat. Berat angsa jantan berkisar antara 11-12 kilogram, dan betina sekitar 8-9 kg. Bahkan di negara Polandia, pernah tercatat angsa putih dengan berat 23kg. Meskipun termasuk dalam jenis burung terbang terberat, tapi masih dipertanyakan apakah ia bisa terbang dengan badan seberat itu.

Seperti dalam cerita perjalanan anak angsa buruk rupa, anak angsa yang masih muda tidak seindah angsa dewasa. Muka mereka keabu-abuan, bulunya juga tidak seterang bulu angsa dewasa di tahun pertamanya.

Mengapa Angsa Putih Sering Dijadikan Simbol Kesetiaan Cinta Bagi Pasangan Yang Akan Menikah?
Angsa dan Anak angsa
Suara angsa putih tidak semerdu layaknya burung. Tetapi suara yang paling akrab terdengar adalah denyut dinamis dari sayap mereka saat terbang. Suara unik ini bisa terdengar hingga 1-2 kilometer. Suara angsa putih berguna sebagai kontak antara sesama mereka saat terbang. Suara aneh lainnya yang dikeluarkan oleh angsa putih adalah suara mengendus, bersiul, atau suara mendesis jika ada musuh yang masuk wilayah mereka.

Meskipun angsa putih memiliki penampilan yang terlihat manis, jinak dan lembut, tapi hewan ini tergolong hewan agresif, terutama dalam melindungi sarang dan wilayahnya. Angsa putih bisa menjadi musuh tangguh, bagi manusia dan hewan peliharaan, jika kebetulan Anda sedang berjalan-jalan di tepi danau atau kolam yang terdapat angsa putih ini.

Angsa putih termasuk hewan herbivora, dan bisa makan di daratan maupun di air. 
Dalam kehidupan sehari-hari, angsa putih membentuk ikatan monogami yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Mereka membentuk sarang di gundukan yang mereka bangun di perairan tepi sungai.

Angsa putih sering menggunakan sarang yang sama setiap tahunnya bersama pasangannya. Mereka membangun kembali, dan memperbaiki sesuai kebutuhan. Pasangan angsa putih hidup secara monogami, dan ikatan ini bisa berlangsung seumur hidup.

Karena sifat kesetiaan angsa putih terhadap pasangannya inilah, sehingga angsa sering dijadikan simbol sebuah kesetiaan terhadap pasangan-pasangan yang akan menjalani hidup bersama.

(iPet)

Share this

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Pertanyaan dan komentar Anda akan segera muncul setelah ditinjau, dan akan segera kami balas. Terima kasih. EmoticonEmoticon