Beberapa Tips Yang Wajib Diperhatikan Dalam Memilih Kenari Bakalan

Memiliki kenari yang dapat dibanggakan di arena kontes merupakan impian setiap kicau mania. Rasanya jauh lebih bangga jika burung yang dapat dibanggakan merupakan hasil upaya sendiri sejak awal, mulai dari memilih bakalan, merawat dan melatihnya. Ciri-ciri kenari unggul dapat diketahui sejak burung tersebut masih muda (bakalan). Hal utama yang harus diperhatikan adalah kenari bakalan yang dipilih harus sehat dan bagian tubuhnya tidak cacat.


Berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih kenari bakalan yang baik:

Beberapa Tips Yang Wajib Diperhatikan Dalam Memilih Kenari Bakalan

1. Bentuk Fisik.

Tubuh besar, panjang dan dadanya bidang menjadi salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih kenari yang bagus. Kelak semua faktor itu akan berpengaruh pada penampilan kenari. Kenari dengan ciri fisik seperti itu pasti tampak lebih menarik jika dibandingkan dengan sesama jenisnya.

Pengaruh fisik pada kenari tidak lepas dari suara dan mentalnya. Umumnya kenari yang fisiknya besar mempunyai volume suara yang besar pula. Mental atau keberanian untuk berkicau pun kelak dapat diandalkan sehingga tidak terlalu mengecewakan jika diarahkan sebagai burung lapangan. Jika akan ditangkar, keturunan yang dihasilkan juga dapat diharapkan mempunyai postur tubuh yang sama besar atau bahkan mungkin bisa lebih besar dari induknya.

2. Leher Jenjang.

Kenari yang memiliki leher panjang biasanya memiliki suara panjang. Kalau sudah terlatih, variasi suara yang dikicaukan kenari ini lebih enak didengar. Disamping itu, gelembung suara (gondok) yang dimilikinya juga tampak menarik jika dilihat.

Gambaran tersebut  tidak dapat disamakan dengan Kenari Gloster sebab kenari Gloster memang berleher pendek dan ini menjadi ciri khasnya. Dalam memilih kenari, hal yang harus diutamakan adalah kenari yang selalu menggembungkan lehernya setiap kali berkicau, sedangkan kenari yang lehernya tidak menggembung saat berkicau sebaiknya tidak dipilih. Selain kurang menarik saat berkicau, kenari yang tidak menggembungkan lehernya saat berkicau juga menandakan bahwa suara yang dimilikinya kurang baik.

3. Volume Suara.

Volume suara yang besar, tajam dan tebal menjadi dasar pada saat memilih kenari muda atau yang masih bakalan, khususnya untuk Kenari Holland dan Yorkshire. Pada kenari Gloster, pemilihan dasar suaranya lebih diarahkan pada ketajamannya atau kerasnya suara karena tipe suara yang tajam sudah menjadi ciri khasnya. Untuk kenari Taiwan dan kenari RRC juga diupayakan memilih volume suara yang besar dan harus tebal. Sebaiknya dihindarkan membeli bakalan kenari yang sebagian variasi suaranya serak, terutama bila kenari tersebut akan dikonteskan.

4. Suara Andalan.

Kenari yang selalu diunggulkan di arena kontes pasti memiliki suara andalan. Akan tetapi setiap jenis kenari memiliki ciri tersendiri saat mengeluarkan suara andalannya. Dapat dikatakan bahwa suara andalan tersebut merupakan bawaan burung yang bersangkutan sehingga tinggal membinanya. Meskipun demikian, pembinaan suara kenari dapat pula melalui pemasteran suara.

Suara andalan pada kenari Holland biasanya lebih menonjol daripada kenari jenis lain, apalagi kenari Holland yang impor dan bukan hasil budi daya lokal. Sebagai contoh, kenari Holland mengandalkan lekukan suara dalam dan kicauan yang menggelombang; kenari Yorkshire mengandalkan ketajaman suara; kenari Bolder mengandalkan kocokan suara.

Suara andalan dikeluarkan kenari pada kocokan suara saat pelakukan pergantian variasi suara. Adakalanya suara andalan kenari dilakukan dengan mengeluarkan suara dalam atau lebih dikenal dengan sedotan suara.

Memang agak sulit menggambarkan suara andalan seperti dimaksudkan, apalagi bagi orang yang belum benar-benar memahami suara kenari. Sebagai gambaran, suara andalan yang dikicaukannya itu jarang dilakukan kenari lain sejenisnya. 

5. Paruh.

Ukuran dan bentuk paruh kenari berkaitan erat dengan tipe suara yang dimilikinya. Sekalipun demikian agak sulit menafsirkannya pada burung yang satu ini karena ukuran atau bentuk paruh pada setiap jenis kenari yang ada tidak terlalu berbeda. Walaupun begitu, perbedaannya pasti ada jika benar-benar diamati.

Berdasarkan ukuran dan bentuknya, paruh kenari dibagi dalam tiga kategori . Masing-masing kategori tentu saja mempunyai keunggulan dan kelemahan. 


  • Paruh Panjang
Paruh kenari dianggap panjang jika dicirikan bentuknya yang tampak tebal dan lengkungan bagian paruh atas terlihat lebih jelas. Dengan demikian, bentuk paruhnya tidak simetris atau paruh bagian atas menutupi seluruh bagian paruh bawah, terutama ujungnya. Kenari yang mempunyai paruh demikian biasanya pada saat berkicau lebih mengandalkan suara-suara dalam yang keras dan tajam. Jika diamati dengan baik, paruh burung tersebut terbuka lebar pada saat berkicau.

Kenari yang terlalu membuka paruhnya pada saat berkicau mempunyai kelemahan. Kenari seperti ini biasanya kurang mampu mengombinasikan variasi suara secara terus menerus. Istilah lebih tepatnya, kenari seperti ini sering memutus variasi suaranya, sekalipun burung tersebut sudah cukup terlatih. Terlebih lagi jika tingkat emosinya sudah meninggi pada saat diadu suaranya dengan kenari lain atau dikonteskan. Namun, kelebihan dalam menyuarakan suara-suara yang menjadi keunggulannya jelas lebih bisa didengar dan dirasakan bagi yang memahami benar suara kenari sehigga mampu menutupi kelemahannya. Kenari jenis Holland dan Yorkshire paling banyak yang paruhnya terbuka lebar saat berkicau.


  • Paruh Sedang
Paruh yang berukuran sedang biasanya dicirikan dengan permukaan paruh yang melipat ke bagian dalam dan paruhnya tidak tampak tebal.  Kenari dengan ciri paruh ini, variasi suaranya cukup baik karena mampu mengulang beberapa variasi suara secara sambung menyambung dan tidak terputus-putus. Jika diamati dengan seksama, paruhnya tidak terlalu dibuka saat berkicau.

Kelemahan kenari berparuh sedang ini kurang mampu menampilkan senjata suaranya secara maksimal, volume suaranya tidak terlalu besar dan ketajaman suaranya kurang bisa diharapkan. Kalaupun mempunyai keunggulan suara, biasanya pada kocokan atau tekukan suaranya. Kenari Holland, Gloster dan RRC banyak yang mempunyai paruh berukuran sedang, begitu pula dengan kenari Taiwan.


  • Paruh Pendek
Paruh yang ukurannya pendek biasanya dicirikan dengan ratanya bibir paruh atas dan bawah (simetris). Kelemahan dari kenari yang paruhnya pendek, suara yang dikicaukannya kurang keras dan tidak tajam atau sering disebut bersuara tipis. Kelebihannya burung ini cukup baik dijadikan kenari penyanyi dalam ruangan karena suara menyenangkan untuk didengar.

Mengigat suara kicauannya tidak membuat telinga sakit, sekalipun didengar dalam jarak relatif dekat, maka suara burung ini sangat enak didengar. Disamping itu, tipe paruh yang  pendek selalu mengandalkan ketukan suara seperti yang dilakukan kenari Gloster dan kenari RRC. 

Akan tetapi, kenari yang suaranya tipis dan tidak tajam tidak dapat dijadikan burung lapangan karena sulit diharapkan mendaji juara diantara sesama jenis, sekalipun burung tersebut memiliki senjata suara yang bisa diandalkan. Alasannya, suara seperti ini kurang jelas disenandungkan atau tertutup oleh suara kenari lain yang berkicau lebih besar, lebih keras dan cukup tajam.

Baca juga : 5 Jenis Kenari yang Populer Di Pasaran

Sekalipun demikian hal tersebut tidak dapat menjamin bahwa burung bersangkutan akan menjadi juara atau menghasilkan keturunan kenari unggul. Untuk itu perlu ditopang dengan perawatan yang baik dan upaya perbaikan kualitas pada saat pemeliharaannya.

5 Jenis Kenari Yang Populer Di Pasaran

Di pasaran banyak ditemukan berbagai jenis Kenari yang dapat dipilih, masing-masing memiliki keistimewaan dan daya tarik terutama menyangkut suara kicauannya. Tidak semua jenis kenari dapat menyenandungkan suara kicauan yang sama bagusnya. Umumnya kicauan kenari menonjolkan naik turunnya gelombang suara, variasi, kocokan suara dan irama. Namun kocokan suara yang membuat kicauan kenari enak didengar belum tentu dapat dilakukan oleh semua jenis kenari.

Mutu dan kualitas suara kenari sangat mempengaruhi harga jualnya. kadangkala harga kenari yang mahal disebabkan oleh keunikannya, misalnya kenari jenis Frill yang bulunya terbalik. Kenari frill yang semula dikembangkan di Belanda ini juga tergolong bagus dalam berkicau, tetapi harganya yang mahal membuatnya cukup langka di pasaran.

Berikut ini 5 jenis kenari yang mudah ditemukan di pasaran, yaitu:



1. Kenari Taiwan


5 Jenis Kenari Yang Populer Di Pasaran
Kenari Taiwan

Ciri fisik kenari taiwan tidak berbeda dengan kenari pada umumnya, yaitu warna bulunya kuning. Perbedaan jenis kenari taiwan dari kenari lain adalah bulunya tampak kasar. Sementara kicauannya dicirikan dengan suara tirrr.... yang cukup panjang dan jarang dilakukan kenari jenis lain. Dari segi mutunya, suara kenari taiwan kurang dapat dibanggakan jika disertakan dalam kontes. Alasannya cengkok suara kenari taiwan tidak dalam dan umumnya tidak pandai menirukan suara burung lain yang sengaja didampingkan untuk ditiru suaranya. Harga kenari taiwan tergolong lebih murah dibanding kenari jenis lainnya.


2. Kenari RRC 


5 Jenis Kenari Yang Populer Di Pasaran
Kenari RRC

Jenis Kenari RRC yang ada dipasaran, ukuran tubuhnya kurang lebih 12-13cm dan fisiknya terlihat ramping. Bulu kenari RRC umumnya berwarna kuning keputihan. Kualitas suaranya juga tergolong biasa karena kicauannya tidak terlalu tebal dan kurang mampu bersuara keras. Meskipun demikian kenari RRC mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan kenari taiwan yang badannya lebih besar. Kenari RRC kurang bisa diandalkan di arena kontes, tetapi lebih cocok sebagai burung penghibur untuk dinikmati suaranya.


3. Kenari Gloster


5 Jenis Kenari Yang Populer Di Pasaran
Gloster Corona (berjambul) - Gloster Consort (tidak berjambul)

Keberadaan Kenari gloster di pasaran tidak terlalu banyak karena kurang diminati. Kurangnya minat terhadap kenari gloster mungkin karena bentuk fisiknya yang agak bulat dan terkesan pendek. Ukuran tubuhnya berkisar 11-11,5cm.

Ada dua jenis kenari gloster, yaitu: untuk yang berjambul dikenal sebagai gloster corona, sedangkan yang tidak berjambul dikenal sebagai gloster consort. Kualitas suaranya tergolong cukup baik, juga sering di konteskan oleh para penggemarnya. Suaranya tidak jauh berbeda dari kenari holland, hanya saja volume suaranya lebih kecil dan hanya mengandalkan kocokan suara. Begitupun harga jualnya tidak jauh berbeda dengan kenari holladn dan sangat tergantung pada kualitas suaranya, juga jumlah yang ada dipasaran saat itu.


4. Kenari Holland


5 Jenis Kenari Yang Populer Di Pasaran
Kenari Holland

Ukuran tubuh Kenari Holland sekitar 13-14cm. Warna bulunya sangat beragam: kuning, kecoklatan, merah wortel dan juga warna campuran.
Kenari Holland bisa dijadikan burung lapangan atau untuk dikonteskan karena suara kicauannya memenuhi ukuran standar mutu. Selain tebal dan keras, variasi suaranya juga cukup banyak. Kocokan suaranya cukup baik, cengkok suaranya bisa mengalir secara berulang-ulang jika sudah terlatih. Hal tersebut tidak mengherankan karena dalam tubuh kenari Holland mengalir darah kenari Border yang mempunyai kualitas suara setingkat lebih baik. Keunggulan lain dari kenari Holland adalah gelembung dilehernya yang sangat menarik jika dipandang saat burung ini berkicau secara terus menerus atau pada saat diadu dengan sesama jenisnya.


5. Kenari Yorkshire


5 Jenis Kenari Yang Populer Di Pasaran
Kenari Yorkshire

Kenari Yorkshire berasal dari Inggris. Bentuk tubuhnya seperti wortel. Kenari jenis ini merupakan hasil silangan dari kenari Belgia dengan kenari Lancashire Plai Head, yaitu jenis kenari yang banyak tersebar di Inggris. Ukuran tubuhnya kurang lebih 16-17cm.

Dipasaran sekarang banyak ditemui kenari Yorkshire hasil silangan dengan kenari Holland dan ada juga yang menyilangkan dengan kenari Gloster. Akan tetapi, hasilnya kurang memuaskan karena suaranya masih kalah baik dari Yorkshire impor. Jenis kenari Yorkshire tergolong paling unggul dilapangan dan keberadaannya masih sulit disaingi, terutama menyangkut suaranya. 

Baca juga : Beberapa Tips Memilih Kenari Bakalan

Sebenarnya variasi suara kenari Yorkshire masih kalah baik dari kenari Holland, begitu juga dengan cengkok suaranya. Akan tetapi ketebalan dan kerasnya suara yang dimiliki membuatnya lebih diminati oleh para kenari-mania yang sering mengikutsertakan kenari Yorkshire di arena kontes.


Tips Meningkatkan Stamina Cucak Hijau

Para Ijomania tentu mengidamkan burung kesayangannya memiliki stamina yang prima, sehingga jika dibawa ke arena lomba dapat mengikutkannya dalam beberapa kelas. Namun dalam hal ini tentu para ijomania harus paham cara meningkatkan stamina Cucak Hijau ini.


Untuk mendapatkan stamina yang prima untuk cucak hijau tentunya tidaklah semudah yang seperti kita bayangakan. Kita harus konsisten dalam melakukan perawatan harian untuk mendapatkan hasil yang maksimal terhadap burung yang kita rawat.

Tips Meningkatkan Stamina Cucak Hijau


Dan berikut ini beberapa tips agar cucak ijo kita bertambah staminanya:

1. Jemur Dan Umbar

Salah satu resep yang sekarang banyak diterapkan adalah dengan cara memasukannya ke kandang umbaran sembari dijemur. Ini dijadikan sebagai bagian dari perawatan rutin tiap hari atau perawatan harian.

Beberapa orang bahkan ada yang menjadikan kandang umbaran sekaligus sebagai kandang harian. Dengan demikian, kebiasaan sehari-harinya pun tanpa dikerodong. Jadi baru benar-benar dipindah ke sangkar gantang menjelang lomba saja.

Meskipun tidak seekstrim itu, hampir semua pemilik cucak hijau juara rata-rata memperlakukan penjemuran di kandang umbaran secara berkala.

2. Pisang Dan Madu

Yang tidak bisa ditinggalkan dari cucak hijau antara lain adalah buah pisang. Diluar menu voer dan ekstra fooding serangga seperti jangkrik dan kroto, pisang termasuk makanan pokok atau keseharian yang nyaris tidak bisa ditinggalkan cucak hijau.

Banyak yang memberikan pisang kepok, kemudian buahnya digores-gores, kemudian dituang dengan madu secukupnya. Madu juga dipercaya dapat meningkatkan stamina cucak hijau terutama pada perubahan musim seperti ini.

3. Mandi Sendiri

Sebaiknya Cucak hijau dibiarkan mandi sendiri sepuasnya dengan menggunakan cepuk atau karambah tergantung kebiasaan si burung. Hindari madi semprot secara paksa. Bulu cucak hijau termasuk sangat sensitif. Penyemprotan paksa bisa membuat kagol dan bulu rontok lagi meskipun sesungguhnya belum saatnya.

Baca juga : Membuat Kandang Umbaran Sendiri Untuk Arena Melatih Napas Burung


Demkian tips dalam meningkatkan stamina cucak hijau. Semoga bisa berguna untuk burung cucak ijo kesayangan kita.

6 Jenis Burung Pemaster Yang Direkomendasikan Untuk Cucak Hijau

Menghadapi perubahan cuaca saat ini, pola perawatan cucak ijo perlu ekstra perhatian. Agar stamina dan suara tetap mantap dilapangan, ada kiat khusus yang bisa dilakukan oleh para ijo-mania untuk mempertajam suara burung kesayangan. Jadi meski cuaca ekstrim, burung Cucak Ijo tetap bisa tampil maksimal.

Burung Cucak Hijau (cucak ijo) memang masuk jajaran burung terlaris, yang masa kejayaannya hampir tidak pernah surut. Untuk itulah, para Ijomania harus selalu mencari materi-materi lagu yang istimewa untuk memberikan tampilan terbaik di lapangan.

Meski burung Cucak ijo bukan burung cerdas, namun burung ini sanggup mengingat masteran yang diperolehnya, tapi juga gampang melupakannya. Sehingga Cucak ijo harus selalu mendapat materi masteran yang cukup dan rutin supaya tampil lebih baik dari burung masterannya.

6 Jenis Burung Pemaster Yang Direkomendasikan Untuk Cucak Hijau
Burung Rio-rio dan Kolibri Raja

Masa mabung adalah waktu yang tepat untuk me-master cucak ijo. Materi-materi yang sesuai dengan cengkokan lagunya direkomendasikan menjadi pengisi memorinya.

Ada 6 jenis burung master yang cocok untuk mengisi materi cucak ijo, antara lain:
  • Kapas tembak
  • Cililin
  • Lovebird
  • Rio-rio
  • Gereja tarung
  • Kolibri
6 Jenis Burung Pemaster Yang Direkomendasikan Untuk Cucak Hijau
Burung Cililin

Untuk mengisi lagu cucak ijo tidak semudah apa yang dibayangkan, pertama kita harus mengetahui tipikal burung yang akan di masteri. Suara si master cocok atau tidak lagunya jika dibawakan, jika kurang cocok justru bakal merusak suaranya. Meski terlihat ada lagu tonjolan yang nyeleneh bukan berarti materi lagu burung tersebut enak untuk didengar. 


6 Jenis Burung Pemaster Yang Direkomendasikan Untuk Cucak Hijau
Burung Kapas Tembak


Baca juga : Teknik Mastering Dan Posisi Mastering Burung Yang Benar

Dalam setiap lomba burung, pastinya selalu mengutamakan lagu dan kemerduan suara. Jika lagu yang dibawakan tidak enak didengar, tentu akan mengurangi nilai. Maka dari itulah, mencari master-master yang benar-benar baik bukanlah hal yang mudah. Apalagi jenis ini dikenal sulit untuk bisa mengkondisikan dalam kurun waktu singkat.

Setelah terisi lagu yang menonjolkan trecetan, kasar, maka lebih dasyat penampilannya dengan mengeluarkan volume kristal. Suara kristal beda dengan suara tebal/besar, tipe suara tebal relatif kurang bagus, karena akan tenggelam jika berada di tengah ramainya suara sorakan penonton. Sedangkan suara kristal cenderung lebih jernih dan tinggi, sehingga bisa terdengar oleh para juri.

Demikian tips memilih burung pemaster yang bagus untuk cucak hijau kesayangan Anda. Semoga bermanfaat.

Mengetahui Beberapa Penyebab Mbagong Pada Kacer

Perilaku "Mbagong" merupakan momok yang paling ditakuti oleh Kacer Mania. Istilah mbagong atau kuda laut berasal dari perilaku kacer dengan gaya badan tegak, dada dibusungkan dengan bulu yang mekar, ekor turun kebawah dan mengeluarkan suara cerr..cerr.

Mbagong pada kacer dipengaruhi beberapa faktor, maka dari itu kita mesti mengetahui apakah penyebab kacer kita mbagong.


Mengetahui Beberapa Penyebab Mbagong Pada Kacer

Ini beberapa penyebab Mbagong pada Kacer:

1. Mental
Perilaku "mbagong" pada kacer biasanya dipengaruhi oleh usia burung yang masih terlalu muda, sehingga burung masih takut. Baik itu takut oleh kehadiran manusia atau takut kepada burung kacer lain. Penyebab lainnya bisa jadi karena burung sedang memasuki masa mabung atau pasca mabung ( ganti bulu), atau burung tersebut memang sedang sakit.

Baca juga : Ciri-ciri Kacer Dewasa Dan Cara Mengatasi Naik-Turun Birahi Kacer

2. Sifat.
Mbagong bisa terjadi karena sifat bawaan dari burung itu sendiri. Kita bisa lihat jika kacer sering mbagong meskipun bila kita tempel dengan burung jenis lain, maka kita bisa simpulkan kalau kacer tersebut mbagong karena sifat bawaan dari burungnya. Bagi sebagian besar para master, burung kacer yang demikian tidak memiliki mental untuk dikonteskan, sehingga kebanyakan dari para master akan menjualnya kembali atau dipelihara untuk bersuara di rumah saja.

3. Kandang.
Mbagong bisa terjadi karena burung merasa tidak nyaman dengan kondisi dan lingkungan dari kandang/sangkarnya. Kalau memang ini penyababnya, kita coba pindahkan ke kandang baru atau kita coba ganti pangkringannya sampai burung merasa nyaman dan mau bersuara.

4. Kelebihan Pakan ber-Protein Tinggi
Mbagong sering kali terjadi karena perawatan yang kita lakukan. Pemberian vitamin atau EF (Extra Fooding) yang berlebihan menjadi salah satu faktornya. Misalnya EF yang mengandung protein tinggi bisa memacu terjadinya over birahi Jadi kita mesti pandai-pandai memberi dan memilih EF yang baik buat burung kita. 

Sebagai contoh, coba kita berikan jangkrik 3 ekor baik pagi dan sore hari. Untuk pemberian kroto kita berikan 2 hari sekali. Kita pantau perkembangannya kurang lebih sekitar 4hari-1minggu, jika dirasa kurang maka kita bisa menambah pemberian jangkriknya 1 ekor. Ini dilakukan sampai terlihat tanda-tanda burung mau berbunyi.

5. Kurang Memandikan Burung.
Faktor perawatan harian seperti mandi dan berjemur juga penting. Kacer sama seperti burung lainnya, yang akan merasa nyaman pada saat dimandikan. Jika kita memandikan burung secara rutin, maka burung juga akan lebih segar dan bulu pada burung juga menjadi bagus. Ini juga dapat mencegah burung terkena kutu.Mandikan burung minimal 1 kali dalam sehari.


Ciri-Ciri Kacer Dewasa Dan Cara Mengatasi Naik Turun Birahi Kacer

Burung Kacer merupakan salah satu burung berkicau yang memiliki penggemar cukup banyak. Memiliki ciri khas warna bulu hitam dan putih yang indah mengkilap. Suaranya pun juga tak kalah indah dan mampu menirukan berbagai macam lagu. Seperti burung berkicau lainnya, Kacer juga membutuhkan perawatan, pakan, dan kandang yang khusus, supaya Kacer rajin bersuara.

 
Agar kita lebih mencintai burung kacer ini, mari kita mengenal terlebih dulu mengenai burung Kacer.
Nama latin :  Copsychus Saularis
Nama Asing : Magpie Robin, Oriental Magpie Robin
Nama Lokal : Kucaci, Kucaci kampung,  Murai kampung
Penyebaran :  Bangladesh, Bhutan, Brunei, Indonesia ( Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali ), Kamboja, Cina, Laos, Malaysia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Srilangka, Thailand, Vietnam.
 
Ciri-Ciri Kacer Dewasa Dan Cara Mengatasi Naik Turun Birahi Kacer


Ciri - ciri dari kacer dewasa :


1. Memiliki ukuran badan sedang sekitar 20cm. Warna hitam putih. Kacer jantan: kepala, dada, punggung berwarna hitam mengkilap. 

2. Ras dari Sumatera, Jawa Barat dan Kalimantan barat mempunyai ciri sayap dan bulu ekor bagian tengah berwarna hitam, bulu ekor luar dan strip yang melintang di penutup sayap berwarna putih, perut dan tungging juga berwarna putih.

3. Sedangkan ciri-ciri Kacer dari ras Jawa timur, Kalimantan bagian utara dan timur memiliki ciri perut dan tungging berwarna hitam.

4. Sedangkan ciri-ciri kacer betina cenderung berwarna abu-abu buram.


Jenis Pakan yang baik untuk Kacer :

Burung Kacer memiliki kebiasaan makan atau jenis pakan yang hampir sama dengan burung berkicau seperti cucak ijo atau murai. Berikut ini jenis-jenis pakan yang cocok untuk Kacer, yaitu :
- Jangkrik
- Ulat Hongkong
- Kroto
- Ulat Bambu / Bumbung
- Ulat Jerman
- Ulat kandang / balap
- Voer- Untuk Extra Food yang diatas, carilah kombinasi yang pas menurut karakter dari burung kacer yang kita pelihara.


Cara Mengatasi Naik Turun Birahi Kacer


Ukuran kandang yang baik untuk burung Kacer adalah :

- Kandang ukuran 40x40x60cm
- Kandang Koper ukuran 40x45x60cm
- Kandang bulat / kandang murai ukuran diameter 40cm

Kacer merupakan burung yang unik. Ketika berkicau seluruh tubuhnya terutama sayap akan bergetar sambil doyong ke depan. Walau mudah beradaptasi, kacer mudah emosi, apalagi jika mendengar suara atau melihat burung sejenis, semangat tempurnya langsung berkobar.

Untuk itu, sebelum dibawa ke arena lomba, sebaiknya pisahkan dari burung sejenis agar tidak lelah berkicau saat bertanding. Kebiasaan buruk dari kacer yaitu sering mbagong (memekarkan bulu dan menekuk kepala sehingga leher terlihat pendek sekali). Itu pertanda burung terlalu birahi atau juga bisa dari faktor usia yang masih muda sehingga mental tarungnya belum stabil.

Cara Mengatasi Naik-turun Birahi Kacer


Perilaku "mbagong" pada kacer bisa disebabkan faktor usia yang masih muda, sehingga mentalnya belum cukup kuat saat berhadapan dengan lawan. Selain itu, karena banyak memakan pakan yang berprotein tinggi seperti jangkrik atau kemungkinan burung sedang memasuki masa mabung.

Beberapa cara berikut bisa dilakukan untuk mengatasi naik-turunnya birahi kacer :

1. Kurangi makanan yang berprotein tinggi. Seperti jangkrik dan ulat harus diberikan sesuai takaran atau porsi yang pas dan tidak berlebihan.

2. Sebaliknya, jika kacer kurang birahi, beri tambahan 3 ulat hongkong dan kroto 1 sendok pada pagi hari. Sore hari, berikan 3 ekor jangkrik dan 3 ulat hongkong.

3. Amati perubahannya selama 2 minggu kedepan. Bila birahi belum juga naik, tambahkan jangkrik. Dan jangan lupa untuk tetep memperhatikan perawatan harian, seperti mandi dan berjemur.

Baca juga : Memilih Cucak Ijo Yang Bagus Serta Membedakan Jantan Dan Betina

Tips Memilih Cucak Ijo Bakalan Yang Bagus, Serta Membedakan Jantan Dan Betina

Burung Cucak Ijo sampai saat ini masih jadi idola para pencinta burung. Meskipun harga burung ini masih tergolong tinggi, namun karena suaranya yang merdu dan mampu menirukan berbagai macam kicauan, tak heran jika Cucak Ijo layak dijadikan burung pilihan para hobi burung.

Tak kenal maka tak sayang, begitulah pepatah mengatakan. Maka dari itu, kali ini saya akan mengajak para pencinta burung untuk lebih mengenal burung Cucak Ijo ini.

  

Ciri khas burung Cucak Hijau

 
Walau namanya Cucak Hijau atau Cucak Ijo tapi burung ini bukan dari keluarga cucak-cucakan.Cucak Ijo juga mempunyai berbagai nama, yaitu:
    Nama latin : Chloropsis Sonnerati
    Nama lokal : Cucak Ijo, Cica-daun besar, Burung daun besar
    Nama Asing : Greater Green Leafbird

    Cucak ijo terdapat di Semenanjung Malaya, Sumatera dan pulau-pulau sekitarnya, Kalimantan termasuk Natuna, Jawa, dan Bali. Cucak Ijo memiliki ukuran tubuh sekitar 22cm, dengan ciri khas warna bulu hijau terang. Meskipun begitu, Cucak ijo jantan dan betina memiliki perbedaan yang bisa dilihat dari ciri-ciri fisik berikut ini.

      Tips Memilih Cucak Ijo Bakalan Yang Bagus, Serta Membedakan Jantan Dan Betina

      Membedakan burung Cucak Ijo Jantan Dan Betina


      Cucak ijo termasuk burung dimorfik, yaitu terdapat perbedaan ciri fisik yang bisa dilihat antara burung jantan dan burung betina dewasa. 

      1. Cucak Ijo jantan
      Untuk  jantan, pada dagu dan tenggorokan berwarna hitam. Terdapat bintik biru pada bahu tapi tidak ada warna biru pada sayapnya. Burung jantan yang belum dewasa mirip betina, tetapi berwarna lebih kekuningan. Iris coklat gelap, paruh tebal hitam dan kaki abu-abu kebiruan.

      2. Cucak ijo betina
      Untuk betina, pada bagian tenggorokan berwarna kuning kehijauan. Betina bermata kuning. 

      Sementara itu untuk cucak ijo yang masih muda/trotolan sekitar umur 2-4 bulan, bentuk fisik jantan dan betina nyaris sama, bulunya pun warnanya sama hijau muda. Serta ada warna kuning di bawah paruh sampai leher. 

      Dan sepertinya, tidak ada ciri khusus yang membedakan antara jantan dan betina.
      Namun bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menekuni cucak ijo akan sangat mudah melihat perbedaannya baik masih bakalan apalagi saat dewasa. Ada beberapa cara jitu untuk melihat perbedaan jantan dan betina. 

      Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli bakalan cucak ijo yang masih trotol:

        1. Bakalan jantan, jika masih berumur di bawah 4 bulan, tampak alis yang melingkar di kedua matanya berwarna kuning. Jika alis matanya berwarna putih, berarti betina.

        2. Warna paruh bagian bawah, kalau jantan berwarna coklat tua. Sedangkan yang betina berwarna putih.

        3. Jika bakalan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh.


        Beberapa tips memilih Cucak ijo bakalan (anakan) yang baik:
          • Berkelamin jantan dengan postur tubuh yang panjang serasi, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
          • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.
          • Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
          • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
          • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat.
          • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
          • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
          • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
          • Pakan yang baik buat cucak ijo adalah buah-buahan dan serangga. Tapi jika ingin diberi pakan voer juga boleh, tregantung sang pemilik.
          Baca juga : Mengenal tentang burung Kacer