Tampilkan postingan dengan label Penyakit Pada Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Pada Burung. Tampilkan semua postingan

Jika Burung Suka Mencabuti Bulu Ekor

Adakalanya Anda pasti pernah melihat burung kesayangan suka mencabuti bulu badan ataupun ekornya. Sehingga burung tampak tidak sehat dan brondol di bagian ekornya serta terlihat patah-patah. 

Gejala seperti ini seringkali terjadi karena gangguan kutu. Namun jika pemberian obat kutu sudah dilakukan tapi burung tetap berlanjut dalam mencabuti bulu ekornya, ini berarti ada indikasi penyakit atau gangguan lain yang harus segera diatasi.

Gejala nyabuti bulu ekor sering terjadi pada burung pemakan serangga, misalnya Kacer, cendet, cucak rowo, murai batu dan burung ocehan lainnya. Penyakit ini tidak sama dengan penyakit feather pickingyang yang terjadi pada burung paruh bengkok. Tetapi gejala mencabuti bulu ekor pada burung bisa disebabkan oleh gangguan pada kelenjar uropygialis (daerah brutu) karena kekurangan asam amini, vitamin D dan vitamin E dalam jangka waktu yang lama.

Jika Burung Suka Mencabut Bulu Ekor

Tips mengatasi burung yang suka mencabuti bulu ekor

 
Untuk mengatasi gangguan tersebut, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan :

1. Saat burung waktunya diberi makan jangkrik, terlebih dulu olesi jangkrik dengan vitamin E (misalnya Natur-E yang bisa dibeli di apotik). Lakukan setiap kali Anda memberikan makan jangkrik pada burung setiap pagi dan sore.

2. Setiap hari air minum burung perlu diberi tambahan vitamin, misalnya Vitalur yang mengandung zat penumbuh bulu serta memiliki komposisi vitamin D dan E, dan sangat baik untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh burung.

Kombinasi pemberian Vitalur dan Natur-E yang diberikan selama 14 sampai 21 hari akan dapat menghilangkan gangguan mencabuti bulu ekor pada burung ocehan.

Jika Burung Suka Mencabut Bulu Ekor


3. Supaya burung ocehan tetap memiliki volume suara tembus dan mengkristal, bisa diberikan juga suplemen gacor selama 14 hari dalam air minumnya.

Untuk mempercepat masa pemulihan burung, sebaiknya beri pakan berupa jangkrik, kroto, ulat hongkong dan diberikan secara bergantian dalam jumlah yang tidak dibatasi sampai burung terlihat kenyang.

 

7 Penyebab Stres Pada Kenari, Tanda-Tanda Dan Cara Pencegahannya

Stres pada Kenari berawal dari rasa takut yang disebabkan berbagai hal. Dalam batas tertentu, tubuh burung masih mampu mengatasinya. Tapi jika dibiarkan berlanjut, maka tubuh burung akan melemah dan fisiknya sulit digerakkan.

Kenari betina yang mengalami stres berat atau sering stres dapat menjadi mandul atau akan mempengaruhi kualitas produksinya pada saat ditangkarkan.

Gangguan stres pada kenari perlu dikenali penyebabnya sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan agar gangguan itu tidak berlanjut menjadi penyakit. Tapi sebelumnya, kenali dulu tanda-tanda stres yang dialami kenari.


7 Penyebab Stres Pada Kenari, Tanda-Tanda Dan Cara Pencegahannya


Tanda kenari mengalami stres

Kenari yang mengalami stres akan menunjukkan perubahan reaksi fisik dan tingkah lakunya. Apabila stres yang dialami kenari sudah sampai tingkat yang membahayakan, maka tanda-tanda yang terlihat pada fisik atau tubuhnya sangat jelas, yaitu :
  • Melakukan gerakan yang berlebihan karena rasa takut
  • Kenari akan tampak selalu gelisah
  • Nafsu makan berkurang 
  • Bulu kepala mengembang
  • Burung yang biasanya sudah terlatih berkicau akan jarang lagi berkicau, bahkan tidak mau berkicau sama sekali.

7 Penyebab Stres Pada Kenari 

1. Pada saat membeli kenari atau saat burung hendak dibawa kesuatu tempat, burung ditempatkan atau dibawa dalam kemasan yang salah atau kurang memadai. Misalnya wadah atau kemasan yang berukuran kecil, atau membawa burung lebih dari satu dalam kemasan, sehingga burung saling mematuk.

2. Ruangan yang terlalu bising/ gaduh, lingkungan yang sering berasap, dan juga aroma bahan kimia yang terlalu menyengat. 

3. Hawa/udara yang terlalu dingin, panas yang terlalu menyengat, dan pergantian cuaca secara mendadak.

4. Gangguan tikus di malam hari, dan kucing/anjing di siang hari.

5. Sangkar yang jarang dibersihkan dan sering tidak dijemur, munculnya parasit seperti kutu bulu, gurem, dan sejenisnya yang bisa menyerang fisik burung.

6. Gerakan atau suara burung lain yang fisiknya lebih besar dari kenari, dan selalu berada di dekatnya.

7. Proses ganti bulu yang berkepanjangan dan banyak gangguan. 

Cara Mencegah Stres Pada kenari

  1. Upayakan burung mendapatkan udara segar, terutama saat perjalanan jarak jauh. Jauhkan dari sumber panas (misalnya mesin mobil).
  2. Burung diberikan obat anti stres 2-3 hari sebelum dibawa pergi.
  3. Jika burung ingin dibawa tanpa menggunakan sangkar, sebaiknya satu kemasan untuk satu burung, tidak menyatukan sesama kenari jantan dewasa dalam satu tempat.
  4. Burung diletakkan di tempat yang teduh dan tenang, jauh dari gangguan lingkungan dan hembusan angin kencang.
  5. Sangkar selalu dibersihkan dan dijemur setiap hari.
  6. Dianjurkan tidak menempatkan burung berkicau jenis besar di dekat kenari yang dapat membuat kenari ketakutan dan jarang berkicau. Dan sebaiknya dijauhkan di ruangan lain supaya tidak saling melihat.
  7. Mengupayakan kelancaran proses rontoknya dan pertumbuhannya.
Baca juga :

Mengatasi Penyakit Snot Pada Anakan Burung

Penyakit snot merupakan penyakit yang banyak ditemui pada burung yang sudah dewasa maupun yang masih anakan. Jika penyakit ini tidak segera ditangani, bisa berdampak pada kematian burung. Dan berikut ini saya akan berbagi pengalaman dalam mengatasi penyakit snot pada anakan burung, dan sebagai contoh adalah pada anakan burung Lovebird berikut ini.

Jika Anda suatu kali membeli ataupun memiliki anakan burung yang masih sangat kecil, perhatikan pada bagian mata. Kadang kita mengira bahwa mata pada anak burung ini baik-baik saja, mungkin kita berpikir karena anak burung masih kecil dan aktivitasnya masih sering tidur, jadi mata masih susah terbuka.

Namun, harus benar-benar diperhatikan, apakah mata anak burung ini memang normal dan sehat, atau ada tanda-tanda penyakit yang menyerang pada matanya, yang sering disebut penyakit snot.

kicaupetzone.com
penyakit snot pada anak burung

Tanda-tanda burung terkena penyakit snot :

- Mata sering berair, adalah tanda-tanda awal mula penyakit snot.
- Kelopak mata bengkak, berwarna pucat atau agak kemerahan di sekitar kelopak mata.
- Mata lebih sering tertutup, susah membuka mata (lengket).
- Di dalam mata terdapat kotoran(nanah) yang menutupi sebagian mata, dan mengantung di kelopak dalam.
- Sebagian burung akan kehilangan nafsu makan, namun sebagian masih memiliki nafsu makan yang normal.

kicaupetzone.com
tanda-tanda burung terkena penyakit snot
Untuk mengatasi dan cara penyembuhan penyakit snot pada anakan burung ini bisa dengan melakukan beberapa hal berikut ini :

1). Bersihkan mata burung dengan menggunakan kapas, kain bersih, atau cotton bud yang sudah dibasahi dengan air hangat. Usapkan perlahan pada mata burung yang sakit. Keringkan dengan tisu atau kain bersih dengan mengusap perlahan.

2). Berikan obat anti snot, teteskan 1 tetes (untuk anakan burung) di pagi atau sore hari pada mata burung yang sakit yang telah dibersihkan sebelumnya.

3). Biasanya, nanah yang ada di dalam mata akan mengumpul dan sedikit mengeras. 
Untuk mengeluarkannya bisa dibantu dengan cara membersihkan mata terlebih dahulu dengan kapas atau kain dan air hangat, lalu tekan perlahan pada bawah kelopak yang penuh nanah tersebut, dan dorong keluar secara perlahan dan hati-hati, sampai gumpalan nanah keluar dari mata.

Pegang burung dengan benar, supaya saat mengeluarkan kotoran dari mata, tidak melukai mata/retina burung karena biasanya burung cenderung bergerak saat diobati.
Setelah itu, bisa diberi 1 tetes obat anti snot.

kicaupetzone.com
merawat anak burung yang terkena snot

4). Pemberian obat anti snot diteteskan pada mata yang sakit, dan juga mata yang satunya lagi meskipun mungkin belum tampak tanda-tanda sakit. Karena biasanya penyakit snot ini akan menular pada mata satunya. Dan pemberian obat ini untuk menghindarkan supaya penyakit ini tidak menyebar pada mata yang masih sehat.

5). Jika Anda memiliki anak burung yang dirawat dalam satu tempat, biasanya penyakit ini akan menular pada anak burung yang lain. Pastikan semua mendapat tetesan obat anti snot ini, untuk menghindari penularan penyakit.

6). Obat anti snot juga bisa diberikan pada campuran bubur/makanan lolohan yang biasa Anda berikan pada anak burung.

7). Jika kotoran/nanah pada mata sudah bisa dikeluarkan, biasanya mata akan cepat menjadi normal dan sehat kembali. Seperti pada anakan Lovebird ini, setelah diobati dan kotoran dikeluarkan, dalam 1-2 hari mata sudah kembali normal dan sehat.

8). Jika penyakit ini belum sembuh benar, biasanya kotoran/nanah akan muncul lagi esok harinya. Lakukan pengobatan setiap hari sampai benar-benar tidak muncul nanah lagi dan mata anak burung sudah benar-benar bisa terbuka normal.

kicaupetzone.com
Tanda-tanda mata yang normal dan yang terkena penyakit snot
Menyembuhkan dan merawat mata anak burung yang terkena snot memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Pada penanganan yang baik dan benar, maka penyakit snot pada mata burung bisa cepat disembuhkan. Burung akan terhindar dari kematian, dan tentunya menjaga supaya penyakit ini tidak semakin menularkan pada burung-burung lainnya.


Foto dibawah ini adalah kedua anakan lovebird saya yang dua-duanya terkena snot (karena snot cepat sekali menular jika tidak segera ditangani). Tapi sayangnya, yang satu kondisinya terlalu lemah yang akhirnya mati. Sedangkan satunya lebih mau makan meskipun sedang sakit jadi bisa tertolong dan sembuh. 
 
Mengatasi Penyakit Snot Pada Anakan Burung
Dua anakan lovebird saya yang terkena snot

===========================

UPDATE : (Juni 2017)

Dan ini adalah foto terbaru lovebird yang dulu terkena snot. Sekarang sudah besar, sehat dan cantik..

Namanya Jovin (si ijo) yang dulu terkena snot