Tampilkan postingan dengan label Cucak Hijau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cucak Hijau. Tampilkan semua postingan

Tips Meningkatkan Stamina Cucak Hijau

Para Ijomania tentu mengidamkan burung kesayangannya memiliki stamina yang prima, sehingga jika dibawa ke arena lomba dapat mengikutkannya dalam beberapa kelas. Namun dalam hal ini tentu para ijomania harus paham cara meningkatkan stamina Cucak Hijau ini.


Untuk mendapatkan stamina yang prima untuk cucak hijau tentunya tidaklah semudah yang seperti kita bayangakan. Kita harus konsisten dalam melakukan perawatan harian untuk mendapatkan hasil yang maksimal terhadap burung yang kita rawat.

Tips Meningkatkan Stamina Cucak Hijau


Dan berikut ini beberapa tips agar cucak ijo kita bertambah staminanya:

1. Jemur Dan Umbar

Salah satu resep yang sekarang banyak diterapkan adalah dengan cara memasukannya ke kandang umbaran sembari dijemur. Ini dijadikan sebagai bagian dari perawatan rutin tiap hari atau perawatan harian.

Beberapa orang bahkan ada yang menjadikan kandang umbaran sekaligus sebagai kandang harian. Dengan demikian, kebiasaan sehari-harinya pun tanpa dikerodong. Jadi baru benar-benar dipindah ke sangkar gantang menjelang lomba saja.

Meskipun tidak seekstrim itu, hampir semua pemilik cucak hijau juara rata-rata memperlakukan penjemuran di kandang umbaran secara berkala.

2. Pisang Dan Madu

Yang tidak bisa ditinggalkan dari cucak hijau antara lain adalah buah pisang. Diluar menu voer dan ekstra fooding serangga seperti jangkrik dan kroto, pisang termasuk makanan pokok atau keseharian yang nyaris tidak bisa ditinggalkan cucak hijau.

Banyak yang memberikan pisang kepok, kemudian buahnya digores-gores, kemudian dituang dengan madu secukupnya. Madu juga dipercaya dapat meningkatkan stamina cucak hijau terutama pada perubahan musim seperti ini.

3. Mandi Sendiri

Sebaiknya Cucak hijau dibiarkan mandi sendiri sepuasnya dengan menggunakan cepuk atau karambah tergantung kebiasaan si burung. Hindari madi semprot secara paksa. Bulu cucak hijau termasuk sangat sensitif. Penyemprotan paksa bisa membuat kagol dan bulu rontok lagi meskipun sesungguhnya belum saatnya.

Baca juga : Membuat Kandang Umbaran Sendiri Untuk Arena Melatih Napas Burung


Demkian tips dalam meningkatkan stamina cucak hijau. Semoga bisa berguna untuk burung cucak ijo kesayangan kita.

6 Jenis Burung Pemaster Yang Direkomendasikan Untuk Cucak Hijau

Menghadapi perubahan cuaca saat ini, pola perawatan cucak ijo perlu ekstra perhatian. Agar stamina dan suara tetap mantap dilapangan, ada kiat khusus yang bisa dilakukan oleh para ijo-mania untuk mempertajam suara burung kesayangan. Jadi meski cuaca ekstrim, burung Cucak Ijo tetap bisa tampil maksimal.

Burung Cucak Hijau (cucak ijo) memang masuk jajaran burung terlaris, yang masa kejayaannya hampir tidak pernah surut. Untuk itulah, para Ijomania harus selalu mencari materi-materi lagu yang istimewa untuk memberikan tampilan terbaik di lapangan.

Meski burung Cucak ijo bukan burung cerdas, namun burung ini sanggup mengingat masteran yang diperolehnya, tapi juga gampang melupakannya. Sehingga Cucak ijo harus selalu mendapat materi masteran yang cukup dan rutin supaya tampil lebih baik dari burung masterannya.

6 Jenis Burung Pemaster Yang Direkomendasikan Untuk Cucak Hijau
Burung Rio-rio dan Kolibri Raja

Masa mabung adalah waktu yang tepat untuk me-master cucak ijo. Materi-materi yang sesuai dengan cengkokan lagunya direkomendasikan menjadi pengisi memorinya.

Ada 6 jenis burung master yang cocok untuk mengisi materi cucak ijo, antara lain:
  • Kapas tembak
  • Cililin
  • Lovebird
  • Rio-rio
  • Gereja tarung
  • Kolibri
6 Jenis Burung Pemaster Yang Direkomendasikan Untuk Cucak Hijau
Burung Cililin

Untuk mengisi lagu cucak ijo tidak semudah apa yang dibayangkan, pertama kita harus mengetahui tipikal burung yang akan di masteri. Suara si master cocok atau tidak lagunya jika dibawakan, jika kurang cocok justru bakal merusak suaranya. Meski terlihat ada lagu tonjolan yang nyeleneh bukan berarti materi lagu burung tersebut enak untuk didengar. 


6 Jenis Burung Pemaster Yang Direkomendasikan Untuk Cucak Hijau
Burung Kapas Tembak


Baca juga : Teknik Mastering Dan Posisi Mastering Burung Yang Benar

Dalam setiap lomba burung, pastinya selalu mengutamakan lagu dan kemerduan suara. Jika lagu yang dibawakan tidak enak didengar, tentu akan mengurangi nilai. Maka dari itulah, mencari master-master yang benar-benar baik bukanlah hal yang mudah. Apalagi jenis ini dikenal sulit untuk bisa mengkondisikan dalam kurun waktu singkat.

Setelah terisi lagu yang menonjolkan trecetan, kasar, maka lebih dasyat penampilannya dengan mengeluarkan volume kristal. Suara kristal beda dengan suara tebal/besar, tipe suara tebal relatif kurang bagus, karena akan tenggelam jika berada di tengah ramainya suara sorakan penonton. Sedangkan suara kristal cenderung lebih jernih dan tinggi, sehingga bisa terdengar oleh para juri.

Demikian tips memilih burung pemaster yang bagus untuk cucak hijau kesayangan Anda. Semoga bermanfaat.

Tips Memilih Cucak Ijo Bakalan Yang Bagus, Serta Membedakan Jantan Dan Betina

Burung Cucak Ijo sampai saat ini masih jadi idola para pencinta burung. Meskipun harga burung ini masih tergolong tinggi, namun karena suaranya yang merdu dan mampu menirukan berbagai macam kicauan, tak heran jika Cucak Ijo layak dijadikan burung pilihan para hobi burung.

Tak kenal maka tak sayang, begitulah pepatah mengatakan. Maka dari itu, kali ini saya akan mengajak para pencinta burung untuk lebih mengenal burung Cucak Ijo ini.

  

Ciri khas burung Cucak Hijau

 
Walau namanya Cucak Hijau atau Cucak Ijo tapi burung ini bukan dari keluarga cucak-cucakan.Cucak Ijo juga mempunyai berbagai nama, yaitu:
    Nama latin : Chloropsis Sonnerati
    Nama lokal : Cucak Ijo, Cica-daun besar, Burung daun besar
    Nama Asing : Greater Green Leafbird

    Cucak ijo terdapat di Semenanjung Malaya, Sumatera dan pulau-pulau sekitarnya, Kalimantan termasuk Natuna, Jawa, dan Bali. Cucak Ijo memiliki ukuran tubuh sekitar 22cm, dengan ciri khas warna bulu hijau terang. Meskipun begitu, Cucak ijo jantan dan betina memiliki perbedaan yang bisa dilihat dari ciri-ciri fisik berikut ini.

      Tips Memilih Cucak Ijo Bakalan Yang Bagus, Serta Membedakan Jantan Dan Betina

      Membedakan burung Cucak Ijo Jantan Dan Betina


      Cucak ijo termasuk burung dimorfik, yaitu terdapat perbedaan ciri fisik yang bisa dilihat antara burung jantan dan burung betina dewasa. 

      1. Cucak Ijo jantan
      Untuk  jantan, pada dagu dan tenggorokan berwarna hitam. Terdapat bintik biru pada bahu tapi tidak ada warna biru pada sayapnya. Burung jantan yang belum dewasa mirip betina, tetapi berwarna lebih kekuningan. Iris coklat gelap, paruh tebal hitam dan kaki abu-abu kebiruan.

      2. Cucak ijo betina
      Untuk betina, pada bagian tenggorokan berwarna kuning kehijauan. Betina bermata kuning. 

      Sementara itu untuk cucak ijo yang masih muda/trotolan sekitar umur 2-4 bulan, bentuk fisik jantan dan betina nyaris sama, bulunya pun warnanya sama hijau muda. Serta ada warna kuning di bawah paruh sampai leher. 

      Dan sepertinya, tidak ada ciri khusus yang membedakan antara jantan dan betina.
      Namun bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menekuni cucak ijo akan sangat mudah melihat perbedaannya baik masih bakalan apalagi saat dewasa. Ada beberapa cara jitu untuk melihat perbedaan jantan dan betina. 

      Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli bakalan cucak ijo yang masih trotol:

        1. Bakalan jantan, jika masih berumur di bawah 4 bulan, tampak alis yang melingkar di kedua matanya berwarna kuning. Jika alis matanya berwarna putih, berarti betina.

        2. Warna paruh bagian bawah, kalau jantan berwarna coklat tua. Sedangkan yang betina berwarna putih.

        3. Jika bakalan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh.


        Beberapa tips memilih Cucak ijo bakalan (anakan) yang baik:
          • Berkelamin jantan dengan postur tubuh yang panjang serasi, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
          • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.
          • Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
          • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
          • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat.
          • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
          • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
          • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
          • Pakan yang baik buat cucak ijo adalah buah-buahan dan serangga. Tapi jika ingin diberi pakan voer juga boleh, tregantung sang pemilik.
          Baca juga : Mengenal tentang burung Kacer