Tampilkan postingan dengan label Kacer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kacer. Tampilkan semua postingan

Mengetahui Beberapa Penyebab Mbagong Pada Kacer

Perilaku "Mbagong" merupakan momok yang paling ditakuti oleh Kacer Mania. Istilah mbagong atau kuda laut berasal dari perilaku kacer dengan gaya badan tegak, dada dibusungkan dengan bulu yang mekar, ekor turun kebawah dan mengeluarkan suara cerr..cerr.

Mbagong pada kacer dipengaruhi beberapa faktor, maka dari itu kita mesti mengetahui apakah penyebab kacer kita mbagong.


Mengetahui Beberapa Penyebab Mbagong Pada Kacer

Ini beberapa penyebab Mbagong pada Kacer:

1. Mental
Perilaku "mbagong" pada kacer biasanya dipengaruhi oleh usia burung yang masih terlalu muda, sehingga burung masih takut. Baik itu takut oleh kehadiran manusia atau takut kepada burung kacer lain. Penyebab lainnya bisa jadi karena burung sedang memasuki masa mabung atau pasca mabung ( ganti bulu), atau burung tersebut memang sedang sakit.

Baca juga : Ciri-ciri Kacer Dewasa Dan Cara Mengatasi Naik-Turun Birahi Kacer

2. Sifat.
Mbagong bisa terjadi karena sifat bawaan dari burung itu sendiri. Kita bisa lihat jika kacer sering mbagong meskipun bila kita tempel dengan burung jenis lain, maka kita bisa simpulkan kalau kacer tersebut mbagong karena sifat bawaan dari burungnya. Bagi sebagian besar para master, burung kacer yang demikian tidak memiliki mental untuk dikonteskan, sehingga kebanyakan dari para master akan menjualnya kembali atau dipelihara untuk bersuara di rumah saja.

3. Kandang.
Mbagong bisa terjadi karena burung merasa tidak nyaman dengan kondisi dan lingkungan dari kandang/sangkarnya. Kalau memang ini penyababnya, kita coba pindahkan ke kandang baru atau kita coba ganti pangkringannya sampai burung merasa nyaman dan mau bersuara.

4. Kelebihan Pakan ber-Protein Tinggi
Mbagong sering kali terjadi karena perawatan yang kita lakukan. Pemberian vitamin atau EF (Extra Fooding) yang berlebihan menjadi salah satu faktornya. Misalnya EF yang mengandung protein tinggi bisa memacu terjadinya over birahi Jadi kita mesti pandai-pandai memberi dan memilih EF yang baik buat burung kita. 

Sebagai contoh, coba kita berikan jangkrik 3 ekor baik pagi dan sore hari. Untuk pemberian kroto kita berikan 2 hari sekali. Kita pantau perkembangannya kurang lebih sekitar 4hari-1minggu, jika dirasa kurang maka kita bisa menambah pemberian jangkriknya 1 ekor. Ini dilakukan sampai terlihat tanda-tanda burung mau berbunyi.

5. Kurang Memandikan Burung.
Faktor perawatan harian seperti mandi dan berjemur juga penting. Kacer sama seperti burung lainnya, yang akan merasa nyaman pada saat dimandikan. Jika kita memandikan burung secara rutin, maka burung juga akan lebih segar dan bulu pada burung juga menjadi bagus. Ini juga dapat mencegah burung terkena kutu.Mandikan burung minimal 1 kali dalam sehari.


Ciri-Ciri Kacer Dewasa Dan Cara Mengatasi Naik Turun Birahi Kacer

Burung Kacer merupakan salah satu burung berkicau yang memiliki penggemar cukup banyak. Memiliki ciri khas warna bulu hitam dan putih yang indah mengkilap. Suaranya pun juga tak kalah indah dan mampu menirukan berbagai macam lagu. Seperti burung berkicau lainnya, Kacer juga membutuhkan perawatan, pakan, dan kandang yang khusus, supaya Kacer rajin bersuara.

 
Agar kita lebih mencintai burung kacer ini, mari kita mengenal terlebih dulu mengenai burung Kacer.
Nama latin :  Copsychus Saularis
Nama Asing : Magpie Robin, Oriental Magpie Robin
Nama Lokal : Kucaci, Kucaci kampung,  Murai kampung
Penyebaran :  Bangladesh, Bhutan, Brunei, Indonesia ( Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali ), Kamboja, Cina, Laos, Malaysia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Srilangka, Thailand, Vietnam.
 
Ciri-Ciri Kacer Dewasa Dan Cara Mengatasi Naik Turun Birahi Kacer


Ciri - ciri dari kacer dewasa :


1. Memiliki ukuran badan sedang sekitar 20cm. Warna hitam putih. Kacer jantan: kepala, dada, punggung berwarna hitam mengkilap. 

2. Ras dari Sumatera, Jawa Barat dan Kalimantan barat mempunyai ciri sayap dan bulu ekor bagian tengah berwarna hitam, bulu ekor luar dan strip yang melintang di penutup sayap berwarna putih, perut dan tungging juga berwarna putih.

3. Sedangkan ciri-ciri Kacer dari ras Jawa timur, Kalimantan bagian utara dan timur memiliki ciri perut dan tungging berwarna hitam.

4. Sedangkan ciri-ciri kacer betina cenderung berwarna abu-abu buram.


Jenis Pakan yang baik untuk Kacer :

Burung Kacer memiliki kebiasaan makan atau jenis pakan yang hampir sama dengan burung berkicau seperti cucak ijo atau murai. Berikut ini jenis-jenis pakan yang cocok untuk Kacer, yaitu :
- Jangkrik
- Ulat Hongkong
- Kroto
- Ulat Bambu / Bumbung
- Ulat Jerman
- Ulat kandang / balap
- Voer- Untuk Extra Food yang diatas, carilah kombinasi yang pas menurut karakter dari burung kacer yang kita pelihara.


Cara Mengatasi Naik Turun Birahi Kacer


Ukuran kandang yang baik untuk burung Kacer adalah :

- Kandang ukuran 40x40x60cm
- Kandang Koper ukuran 40x45x60cm
- Kandang bulat / kandang murai ukuran diameter 40cm

Kacer merupakan burung yang unik. Ketika berkicau seluruh tubuhnya terutama sayap akan bergetar sambil doyong ke depan. Walau mudah beradaptasi, kacer mudah emosi, apalagi jika mendengar suara atau melihat burung sejenis, semangat tempurnya langsung berkobar.

Untuk itu, sebelum dibawa ke arena lomba, sebaiknya pisahkan dari burung sejenis agar tidak lelah berkicau saat bertanding. Kebiasaan buruk dari kacer yaitu sering mbagong (memekarkan bulu dan menekuk kepala sehingga leher terlihat pendek sekali). Itu pertanda burung terlalu birahi atau juga bisa dari faktor usia yang masih muda sehingga mental tarungnya belum stabil.

Cara Mengatasi Naik-turun Birahi Kacer


Perilaku "mbagong" pada kacer bisa disebabkan faktor usia yang masih muda, sehingga mentalnya belum cukup kuat saat berhadapan dengan lawan. Selain itu, karena banyak memakan pakan yang berprotein tinggi seperti jangkrik atau kemungkinan burung sedang memasuki masa mabung.

Beberapa cara berikut bisa dilakukan untuk mengatasi naik-turunnya birahi kacer :

1. Kurangi makanan yang berprotein tinggi. Seperti jangkrik dan ulat harus diberikan sesuai takaran atau porsi yang pas dan tidak berlebihan.

2. Sebaliknya, jika kacer kurang birahi, beri tambahan 3 ulat hongkong dan kroto 1 sendok pada pagi hari. Sore hari, berikan 3 ekor jangkrik dan 3 ulat hongkong.

3. Amati perubahannya selama 2 minggu kedepan. Bila birahi belum juga naik, tambahkan jangkrik. Dan jangan lupa untuk tetep memperhatikan perawatan harian, seperti mandi dan berjemur.

Baca juga : Memilih Cucak Ijo Yang Bagus Serta Membedakan Jantan Dan Betina